Showing posts with label Deep Thinking. Show all posts
Showing posts with label Deep Thinking. Show all posts

Sunday, June 24, 2007

Professional Software vs Simple Software


Software komputer adalah salah satu media untuk memperlancar kerja baik di bidang profession atau for Hobby/ Leisure only. Kadang suatu hal lebih mudah dilakukan dengan software dan kadang pula pekerjaan sangat imposibel dilakukan tanpa menggunakan software komputer tertentu.

Di company, penginstalan software dilakukan secara strict, jadi tiap komputer hanya boleh diinstali oleh software asli yang dibeli oleh Company dan diinstalkan juga oleh company. Kerjaan utama dari departemen saya adalah menganalisis production line setiap departemen lain yang dibedakan berdasarkan produk yang dibuat. Jadi presentasi dan pembuatan proposal untuk departemen lain yang bersangkutan wajib hukumnya. Pengambilan foto, video dan analisis layout adalah awal untuk menciptakan innovation di production line.

Seperti yang banyak orang ketahui, dulu semasa jaman kuliah (ciyeeeh, kayak kapan aje, padahal baru lulus juga! =P) saya suka bermain2 dengan software photo editor (Adobe Photoshop), video editor (Adobe Premiere) dan berbagai macam 3D dan CAD software (Inventor, AutoCAD, Pro-E, SolidWork, etc). Tapi setelah disadari, saya jarang dan bahkan tidak pernah mencoba software2 sederhana yang sudah readilly available by Windows. Ya iya lah, sudah bisa yang lebih advance ngapain belajar yang cupu2.

Pengeditan gambar misalnya, Photoshop adalah the most powerfull image editor software yang saya pakai, mulai dari foto editor, resolution and file type converter, drawing, comic editor semuaaaa saya lakukan dengan Photoshop. tapi apa yang terjadi setelah kerja dan mendapatkan laptop yang ga ada Photoshopnya? Mau gak mau pake Paint lah. Pengeditan foto2 yang simpel dengan memakai Paint pun saya tidak bisa lakukan secara advance. Meskipun jauh lebih mudah dibandingkan Photoshop, tetapi klo gak pernah makai ya sama saja, harus melihat Help dan membaca tutorial barang setengah jam =(.

hal yang sama juga berlaku dengan video editing yang biasa saya lakukan dengan Adobe Premiere, sekarang harus dilakukan dengan Movie Maker. Penggambaran layout juga, yang biasa saya lakukan dengan AutoCAD sekarang dilakukan dengan Microsoft Visio. Jauh lebih mudah sih functionnya, cuman harus dibiasakan sedikit dalam pemakaiannya.

Jadi inti dari postingan ini adalah: Jangan menganggap remeh software2 cupu yang sudah langsung ada di Windows, kadang2 kita perlu juga menggunakannya. Cobalah menggunakannya barang sekali dua kali sehingga menjadi lebih terbiasa. In case software yang lebih advance tidak terinstal di komputer tempat kita bekerja.

Wednesday, February 28, 2007

Effect of Instant Noodle for Health

Siapa yang tidak tahu Instant Noodle (Ramen in Japan; Mie in Asia) ? Makanan instan berbentuk mie dengan bumbu penyedap yang bervariasi dan sudah diawetkan... hanya dengan 3-5 menit direndam di air mendidih maka makanan ini siap untuk disajikan...

Sejak pertama kali ditemukan oleh Momofuku Ando - Bos Nissin Jepang, mie instan sudah menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat... Sebuah makanan yang menyesuaikan kesibukan jaman, siap saji, rasa nikmat, tetapi di sisi lain mendatangkan bahaya pada kesehatan anda jika dikonsumsi berlebihan...

Tapi apa seberbahaya itukah mi instan? Ada teman saya yang menyatakan "Mau cepet mati? makan mie aja tiap hari" (no offense Bro! Sist!), atau auntie2 pembersih Hall 13 yang dengan susah payah berusaha berbicara pake bahasa Inggris (padahal saya tau Si Auntie hanya lancar berbahasa Hokien saja) sengaja mengingatkan saya, "Boy, Boy, Don't eat noodle.. Eat Bread.. Bread good!!"

Mari kupas fakta Mie Instan satu persatu... Jika kita perhatikan bahan utama Mie Instan adalah Tepung Putih. Tepung Putih adalah sumber karbohidrat utama dan merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh. Lho bukannya bagus? Hmm tidak sepenuhnya bagus.. menurut Jurnal kesehatan di Amerika.. tepung putih ini adalah salah satu sumber karbohidrat yang terlalu tinggi sehingga dianjurkan untuk memakannya dicampur dengan sumber protein, vitamin dan mineral lain.. Seperti misalnya makan Brown Rice yang dicampur bahan2 lain sehingga ada keseimbangan antara Karbohidrat dengan zat gizi lain...

Komponen terbesar kedua adalah lemak... Ini sebenarnya yang agak repot.. Menurut Prof Harold Corke dari University of Hong Kong, pada tahap pembuatannya mie instan dikeringkan dengan sistem deep-frying sehingga hanya 3%-4% uap yang dikeringkan. Ini membuat kebanyakan Mie Instan mengandung 18% lemak dan itu adalah saturated fat.. Bayangkan saja udah karbohidrat tinggi tanpa campuran apa2, tambah lagi lemak...

Komponen utama ketiga ini adalah hal yang paling menakutkan dari Mie Instan... Zat Perasa.. Pottasium carbonate (garam) dan Monosadium Glutamate (MSG) memberikan rasa sedap pada mie yang kita makan... Zat ini yang disenyalir pada orang2 yang alergi akan menimbulkan sakit kepala, pegal2 dan berbagai macam penyakit yang lumayan parah..

Komponen minor lainnya yang juga berbahaya adalah bahan pengawet dan zat2 yang dipakai selama packaging Mie Instan ini.. Bahan pengawet ini diibaratkan sebagai lilin yang akan menutup sistem pencernaan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.. sehingga dalam waktu tertentu penyerapan zat gizi di dalam tubuh kita terjadi kurang maksimal

Kembali lagi ke pertanyaan pertama... Apakah Mie Instan itu sangat berbahaya? melihat fakta2 dan penjelasan2 dari sumber2 terpercaya, saya merasa Mie Instan tidak berbahaya bagi orang normal asal jangan dikonsumsi berlebihan. Tidak akan memperpendek umur, mati ataupun menyebabkan kebodohan seperti mitos2 yang ada.. tetapi alangkah baiknya jika memakan sumber makanan yang bervariasi dan cukup zat gizi...

Kesimpulan: Makan Mie instan boleh2 saja.. asal tetap terkontrol dan makan makanan lain yang bervariasi.. Toh survey mengatakan Indonesia berada diperingkat 2 dunia sebagai negara pengkonsumsi Mie Instan (55 packs perkapita per tahun, setelah Korea - 69 packs perkapita per year) dan berdasarkan profesi, Mahasiswa merupakan pengkonsumsi utama dari Mie Instan :P

Tuesday, December 19, 2006

Negative x Negative = Positive. Why?

Kemaren malam, kami Keluarga Beruang Final Year yang masih tersisa di Hall (Haslim, Mbah, Vidy dan Aku) berkumpul2, masak2 dan chit-chat sejenak di Pantry Blok 64. Berawal dari ide Mbah untuk memasak kolak, kami kemudian membawa makanan sendiri2 untuk sama2 dimasak dan dimakan. Kami pun berbincang2 panjang lebar dari politik, agama, ekonomi, Indonesia, sejarah dan lain sebagainya. Ada satu topik yang tiba2 terlontar dan tidak ada satupun dari kami yang bisa menjelaskan simple teori tersebut dengan proof yang benar, bisa diterima dan masuk akal (meskipun di exam banyak disuru proof that proof this!). Pertanyaannya adalah: "Kenapa negative dikali negative sama dengan positive!?"

Setelah mencari jawaban di internet, ada satu jawaban dari Kenny Felder yang membuktikan pernyataan ini dengan analogi yang menurutku terbaik untuk dimengerti. Dia juga mengatakan even sekarang gak semua profosser di dunia bisa menjelaskan pernyataan ini dengan baik (hahhaha, berarti kita berempat gak goblok2 banget). Beliau menjelaskan pernyataan ini dengan 4 jawaban dengan segi analogi pemahaman yang berbeda.

Proof Pertama: Grammatical Analogy (cute dan simple answer biasanya buat anak2)
Di grammar, kalimat yang bernilai negative ditandai dengan "tidak ato jangan". Misalnya: "Saya tidak pergi ke pasar" adalah bentuk negative dari kalimat "Saya pergi ke pasar". Dengan ini kita bisa langsung ke analogi dengan memadukan dua kalimat negative seperti dalam kalimat "Kamu bisa menyuruh saya tidak pergi ke pasar, tapi saya tidak akan mendengarkan anjuranmu!", yang berarti: Saya tetap akan ke pasar (kalimat positive). So (-) x (-) = (+)

Proof kedua: Analogi uang (analog yang paling baik, no hi level education required)
Misal kita punya uang $5, kita bisa saja kehilangan ato menambah nilai lagi ke $5 tersebut. Biar memudahkan analogi, bertambah sebesar $5 kita tandai dengan mendapat Kartu Hijau; sebaliknya jika kehilangan sebesar $5 kita tandai dengan mendapat Kartu Merah (dan vice versa berlaku buat kejadian sebaliknya). Dari sini kita bisa pake analogi, jika kehilangan satu Kartu Hijau berarti uang yang kita punya berkurang $5 ((-) x (+)). Output yang sama bisa didapat jika kita mendapat Kartu Merah berarti uang yang kita punya juga berkurang $5 ((+) x (-)). Bagaimana kalau kita kehilangan Kartu Merah? Itu berarti uang yang kita punya bertambah sebesar $5. So (-) x (-) = (+)

Proof Ketiga: Progress dari perkalian Positive (agak abstrak dan Matematik)
Mari kita mengambil angka-angka yang berurutan dan dikalikan 5
4 x 5 = 20;
3 x 5 = 15; 2 x 5 = 10; 1 x 5 = 5; 0 x 5 = 0
-1 x 5 = -5; -2 x 5 = -10; -3 x 5 = -15
Dari sini kita tahu, bahwa angka di kiri berkurang satu, output juga akan berkurang sebesar lima kalinya yaitu 5.
kita lakukan hal yang sama tetapi dengan dikalikan -5
4 x -5 = -20; 3 x- 5 = -15; 2 x -5 = -10; 1 x- 5 = -5; 0 x -5 = 0
-1 x -5 = 5; -2 x -5 = 10; -3 x -5 = 15
Nah, dari sini kita bisa mengerti juga kalau dikalikan dengan bilangan negative dan jika angka di kiri berkurang satu, output akan bertambah sebesar lima kalinya yaitu 5. Jika angka di kiri sudah mencapai kurang dari nol maka output jika dikali -5 adalah positive. So (-) x (-) = (+)

Proof Keempat: Pure Math Proof
A + (-A) = 0 (kita kalikan dengan (B) di ruas kanan dan kiri menjadi)
(A)(B) + (-A)(B) = 0
Bisa diterima bukan? Sekarang kita kalikan ruas kanan dan kiri dengan (-B)
A + (-A) = 0
(A)(-B) + (-A)(-B) = 0
Karena kita tahu (A)(-B) hasilnya negative, maka (-A) (-B) seharusnya hasilnya positive supaya jika ditambah hasilnya 0. So (-) x (-) = (+)

Wednesday, November 29, 2006

Galungan and Kuningan


Galungan merupakan perayaan Umat Hindu di Bali (kayaknya Hindu India gak ada degh) yang jatuh setiap 210 hari, tepatnya setiap hari Rabu Dunggulan (penanggalan Jawa-Bali Kuno). Signifikan dari perayaan ini adalah merayakan kemenangan "Dharma melawan Adharma". Menurut kepercayaan, Dewa2 akan turun pada hari besar ini dan meninggalkan dunia 10 hari kemudian, yang harinya dinamakan Kuningan...

Berdasarkan esensi dari Galungan ini, Umat Hindu Bali biasanya pulang kampung ke tempat asal leluhurnya dan kemudaian merayakannya di Sanggah (Pura kecil di dalam pekarangan rumah) dan Pura Adat tiap2 Desa. Rangkaian acara Galungan ini dilaksanakan sejak sehari sebelumnya (hari persiapan yang biasanya dikenal dengan 'Penampahan Galungan') sampai dengan sehari setelahnya ('Manis Galungan').

Di hari Penampahan Galungan ini, Umat biasanya mempersiapkan segala logistik yang berhubungan dengan acara keesokan harinya... Yang Istri (cewek) biasanya membuat Banten dan sesajen, yang Lanang (cowok) biasanya membuat Penjor (bambu tinggi yang dihias janur dan hasil bumi untuk melambangkan gunung, air, kesuburan dan kesejahteraan).

Di hari Manis Galungan, umat biasanya berkunjung ke tempat teman, sanak saudara dan mengucapkan selamat... Sehingga Galungan ini mungkin bisa disetarakan dengan Hari Natal dan Lebaran. Perayaan Galungan ini merupakan hari raya yang meriah bagi umat Hindu Bali (even lebih meriah dari Nyepi, gara2 di Nyepi kita dianjurkan untuk menyepi dan menjalankan Catur Brahma Penyepian).

hal yang sama terjadi juga di hari Kuningan, meskipun kurang semeriah Galungan, perayaan hari raya ini juga dilaksanakan selama 3 hari . Now u understand why the place is called BALI (BAnyak LIbur) =P

Sunday, November 12, 2006

Bomb, Terrorism & Dewa

Setelah terlalu seringnya bom di Poso dan sekitarnya, kini giliran Jakarta (lagi) yang menjadi sasaran... Sungguh disayangkan memang, bom di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang wajar dan kejadian yang lumrah. Tapi taukah anda bahwa bahaya bom dan terorisme itu bisa disejajarkan dengan Tsunami dan Gempa Bumi? Meminta KORBAN NYAWA...

Tsunami dan Gempa Bumi adalah kehendak Tuhan YME, kita tidak bisa mengelakkannya. Tapi bagaimana dengan 'human-made' disaster seperti bom & teroris??? Okay kawan, kita tinggalkan dulu pemikiran kita dari arah: politik, Bush, aliran extrem, demi agama dan lain sebagainya; Dengan berpikir secara humanis layakkah orang2 yang tak berdosa mati gara2 'human-made' disasater ini?


Wahai jiwa-jiwa yang tenang.. jangan sekali-kali kamu..
Mencoba jadi Tuhan dengan mengadili dan mengahakimi
Bahwasanya kamu memang tak punya daya dan upaya.
Serta kekuatan untuk menentukan kebenaran yg sejati..
Bukankah kita memang tercipta laki laki & wanita
dan menjadi suku suku bangsa.. yang pasti berbeda
bukankah kita harus saling mengenal dan menghormati
Bukan untuk saling bercerai berai dan berperang angkat senjata


Laskar Cinta - Dewa

Thursday, November 09, 2006

Lift for Aircraft Model, application of Fluid Dynamics


Setelah satu semester (tepatnya lagi 13 minggu) bertemu dengan Prof Simon dan Prof Zhou Toming, akhirnya diujung acara MP4005-Fluid Dynamics, Pak Simon yang chubby (paling gak menurut Roolin... yang biasanya sangat berapi2 jika bercerita apabila ada Subsonic Flow lewat di pipi Pak Simon =p) menjelaskan kegunaan beberapa bab yang diajarkan di Subject ini..

Lift of Aircraft Model adalah salah satu aplikasi dari kita belajar hitung2an GJ, mulai dari Potential Flow, Compressible Flow sampai dengan Boundary Layer Flow. Susah memang membayangkan bagaimana Pesawat bisa terbang sebelum tahu konsep detail seperti ini... Dulu waktu kecil berangan2 pengen bisa terbang seperti Superman. Cuman kalo dipikir2 sekarang agak sulit melakukan anti gravitasi, karena untuk mendapatkan kondisi 'terbang' itu, kita harus tahu dahulu konsep relative velocity, drag-lift dan Bernoulli's Equation...



Tuesday, November 07, 2006

Morra and Operations Research

The Game of Morra. Two Players simultaneously throw out one or two fingers and call out their guess as to what total sum of the outstretched fingers will be. If a player guesses right, but this oponnent does not, he receives payment equal to his guess. In all other cases, it is a draw..
a) Write down the payoff matrix of this game and their strategies
b) What is the Single Safest Strategy (SSS) for each player?
c) Formulate the row player's problem as an Linear Programming problem.

Itulah cuplikan dari pertanyaan di kuis MP4F05-Operations Research kemaren, pertanyaan ini berhubungan dengan duality Linear Programming dan Game Theory (khususnya Zero-Sum Game). Operations Research adalah salah satu subject anak Mechanical and Production Engineering school of MAE yang menspecialized dirinya ke bagian Manufacturing System Engineering. Secara singkat, subject ini adalah management science yang membantu membuat keputusan (decision-making) di kehidupan sehari2 yang memiliki permasalahan yang kompleks, yang nantinya digunakan untuk koordinasi dan menjalankan operation di suatu perusahaan....

Eniwei, yang menarik dari soal ini adalah "Morra"... Setelah saya search di internet ternyata permainan yang berasal dari Italia ini, memiliki something unique in their country... Permainan yang diciptakan di abad 16 dan tersebar ke seluruh pelosok dunia ini, menurut mereka memiliki arti seni, harus dimainkan dengan penuh semangat, dan involve strategy dan taktik. Sampai2 23 tahun silam pemerintah Italia melarang permainan yang menggunakan tangan ini, karena dianggap oleh pemerintah sebagai sumber permainan judi. Permainan ini dilegalkan lagi pada tahun 2003. Keterangan lengkap bisa dibaca di sini..

Tentu saja, soal yang diatas itu, hanyalah the simplest way of playing Morra -dua orang, 2 jari per orang-, sehingga strategi buat permainan bisa dihitung. Klo anda benar2 bermain seperti skenario di atas, saya sarankan anda memakai strategi "Keluarkan satu jari dan tebak 3 buat jumlahnya". Karena itu adalah Safest Single Strategy for each player according to my calculation...

Monday, October 23, 2006

Deepavali and Hari Raya


Singapore...
Sebuah negara kecil di Asia Tenggara yang tidak lebih besar dari Pulau Bali, dalam satu minggu ini merayakan dua hari besar keagamaan secara bersamaan.. Secara statistik, mayoritas Singapore terdiri dari 76.8% ras Chinesse, 13.9% Ras Malay dan 7.9% Ras India. Dua hari besar keagamaan yang saya sebutkan diatas adalah milik dua dari 3 ras mayoritas tersebut...
Diwali, also called Deepavali (Sanskrit: दीपावली) adalah sebuah hari raya umat Hindu India yang juga dikenal sebagai 'Festival of Light'. Ini adalah simbolis perayaan kemanangan kebaikan (good, dharma) melawan kejahatan (evil, adharma) - Di Hindu Bali mungkin agak sama dengan perayaan Galungan. Disini, umat Hindu India merayakannya dengan menghidupkan lampu dan cahaya serta kembang api pada waktu malam hari ketika hari H nya. Untuk di Singapore, keramaian biasanya dipusatkan di Little India ataupun Bugis. Jadi jangan heran jika Sabtu kemaren banyak abang2 Bangla dan India ngantre di Boon Lay MRT Station untuk beli tiket dan tidak menjalankan 'networking night' seperti weekend biasanya di rumput2...
Hari Raya AdilFitri or just simply 'Hari Raya' adalah perayaan umat Muslim, setelah kemenangan selama satu bulan berpuasa di Bulan Ramadhan... Sama halnya dengan di Indonesia, di hari yang suci tersebut para umat Muslim di Singapore menjalankan Sholat Eid, saling bermaaf maafan, dan membuat ketupat lebaran. Bila kita naik MRT atau bus pada hari itu, kita melihat satu keluarga akan memakai busana khas Malay yang seragam...
Satu hal yang saya kagumi dari Singapore adalah bagaimana kerukunan hidup antar umat beragama ini diciptakan dan diterapkan. Mereka bukan saja berbeda agama, mereka juga berbeda ras satu sama lain. Tetapi mereka tetap bersatu dibawah satu 'Singapura'... Pemerintah memberikan jatah hari besar keagamaan dan menetapkan libur nasional yang sama buat pemeluk agama di Singapore (2 hari besar keagamaan per tahun).. Entah itu Budha (Chinesse), Hindu, Christian, maupun Muslim; semuanya mendapatkan jatah yang seimbang...
Melihat kerukunan seperti di Singapore , saya berharap Indonesia yang sekarang bisa meniru kerukunan hidup yang ada di sini...
Apa gunanya belajar PPKn atau PMP di sekolah jika tetap saja tidak bisa menghormati perbedaan yang ada?
Apa gunanya ditulis Undang2 tetapi tetap saja terjadi konflik antar umat beragama?
Mari kita belajar lagi untuk bertoleransi antar umat beragama, sebagaimana yang sudah tercipta ketika saya kecil di jaman Soeharto dulu....

Friday, October 20, 2006

Left Brain Good, Right Brain Bad?

Setelah memasuki kehidupan kampus yang banyak orang 'kiasu' nya (baca:NTU), pertama kali saya berharap apabila saya dianugerahi kekuatan yang lebih di otak kiri saya....

Jika kalian pikir, 90% of the subjects that we are taught in school are left brain (otak kiri) based subjects. Banyak Core Subjects, seperti Math, Physics, Biology, bahkan History dan Bahasa Inggris pun semua memakai otak kiri... Di negara2 yang technology dan science based, seperti SIngapore ataupun Jepang, academic result (yang notabene dipengaruhi oleh otak kiri) is the most important thing. Terus, apa gunanya otak kanan? Apakah benar2 tidak berguna?

Adam Khoo, seorang multitalent filosofer Sporean menjawab pertanyaan2 penting ini dalam bukunya... Jika kalian amati; kenapa apabila kita suntuk, kita menyetel MP3, menonton film atau jalan2 ke mall? HIBURAN... Apa yang dihibur? Jawabannya adalah 'Otak Kanan'. Beda halnya dengan otak kiri, otak kanan menstimulus rhytem, creativity, imagination, dimension, color dan holism. Dan 'hiburan' ini, tujuan akhirnya adalah untuk merespon otak kanan yang minta untuk diisi...

Mungkin kalian akan realized, bahwasanya in the future, di kehidupan kerja... Orang yang bisa mengkombinasikan kedua fungsi otak ini akan menjadi orang yang berhasil. Jika anda adalah orang yang hanya mengandalkan otak kiri, anda hanya mendapatkan teori2 belaka tanpa menghasilkan 'creative solution' buat problem solving (Otak kanan based). Contrastly, tentu saja jika hanya mengandalkan otak kanan saja, anda tidak akan bisa menghasilkan creative solution yang based theorynya di store di Otak Kiri anda....

Percaya atau tidak, Albert Einstein (1879-1955) seorang fisikawan yang faktanya pernah 'fail' Matematika di sekolahnya adalah seorang violinist dan pelukis (otak kanan based).. Yang dimasa depannya dia akan mengoptimalkan kemampuan otak kanannya untuk memicu otak kirinya, yang akhirnya dia menjadi seorang Fisikawan. Di sisi lain, Leonardo Da Vinci (1452-1519), the greatest artists of all time, dimasa mudanya adalah seorang scientist, mathematician dan architect. Yang pada akhirnya mengoptimalkan otak kirinya untuk memicu otak kanan (Jadi yang anda lihat di pelem Da Vinci Code tentang kode2 tersebut mungkin saja benar adanya, karena dia pada awalnya seorang Mathematician)....

Yup, itulah akhir dari postingan saya hari ini, mengenai otak kanan dan kiri. Semoga bisa dijadikan reference...

My LEFT brain has nothing RIGHT, my RIGHT brain has nothing LEFT